Gambaran Utama Pekerjaan :
Fungsi Barging bertanggung jawab dalam merencanakan, mengoordinasikan, memantau, dan mengelola kegiatan operasional tongkang untuk memastikan pengangkutan muatan berjalan aman, efisien, dan tepat waktu. Fungsi ini mencakup keseluruhan kegiatan barging, termasuk scheduling dan deployment kapal, pergerakan muatan, loading dan unloading, pengaturan sailing dan sandar, monitoring operasional, koordinasi dengan stakeholder, serta continuous improvement.
Sesuai dengan tingkat tanggung jawabnya, fungsi ini mencakup pelaksanaan operasional harian hingga perencanaan, monitoring kinerja, optimalisasi sumber daya, penyelesaian masalah, dan pengelolaan keseluruhan kegiatan barging.
Tugas & Tanggung Jawab Utama :
1. Perencanaan & Scheduling Barging
- Merencanakan dan mengoordinasikan kegiatan barging harian, mingguan, maupun berkala berdasarkan kebutuhan muatan, ketersediaan kapal, dan prioritas operasional.
- Menyusun dan memelihara jadwal kapal, deployment plan, dan movement plan.
- Mengoordinasikan jadwal loading, unloading, sailing, sandar, dan pengangkutan muatan.
- Memantau kesiapan dan ketersediaan kapal untuk mendukung utilisasi armada yang efektif.
- Menyesuaikan rencana operasional berdasarkan perubahan kebutuhan muatan, kondisi kapal, cuaca, kondisi pelabuhan, maupun kendala operasional lainnya.
2. Operasional Barging Harian
- Memantau dan mengoordinasikan pergerakan tongkang serta kegiatan pengangkutan muatan sehari-hari.
- Memastikan kegiatan loading, unloading, sailing, sandar, dan pergerakan muatan terkoordinasi dengan baik.
- Memantau progres operasional terhadap jadwal dan target yang telah ditetapkan.
- Mengidentifikasi dan menindaklanjuti keterlambatan, gangguan operasional, kendala kapal, maupun permasalahan lain yang dapat memengaruhi pengangkutan muatan.
- Memastikan kegiatan operasional dikomunikasikan dan dikoordinasikan dengan crew kapal serta tim terkait.
3. Utilisasi Kapal & Sumber Daya
- Memantau ketersediaan, deployment, utilisasi, dan kinerja operasional kapal.
- Mengoordinasikan alokasi kapal berdasarkan kebutuhan muatan dan prioritas operasional.
- Mengidentifikasi peluang untuk meningkatkan utilisasi kapal, turnaround time, dan penggunaan sumber daya operasional.
- Memantau kapasitas operasional dan mengidentifikasi potensi kendala yang dapat memengaruhi pergerakan muatan.
4. Pergerakan Muatan & Koordinasi Operasional
- Memantau pergerakan muatan dari titik loading hingga tujuan sesuai kebutuhan operasional.
- Berkoordinasi dengan Wood Supply dan fungsi terkait mengenai kesiapan muatan dan kebutuhan pengangkutan.
- Memastikan keselarasan antara kesiapan muatan, ketersediaan kapal, dan jadwal pengangkutan.
- Menindaklanjuti ketidaksesuaian atau keterlambatan operasional yang dapat memengaruhi pengiriman muatan.
5. Koordinasi Stakeholder
- Berkoordinasi dengan Shipping Management Unit, Wood Supply, Marine, Crewing, perwakilan pelabuhan, crew kapal, supplier, dan stakeholder terkait lainnya.
- Memastikan komunikasi yang efektif terkait jadwal kapal, kebutuhan operasional, perubahan, dan permasalahan.
- Mengoordinasikan penyelesaian konflik dan kendala operasional dengan pihak internal maupun eksternal.
- Mendukung komunikasi yang efektif antara tim darat dan operasional kapal.
6. Safety, Compliance & Operational Control
- Memastikan kegiatan barging dilaksanakan sesuai kebijakan perusahaan, prosedur operasional, ketentuan keselamatan, dan peraturan yang berlaku.
- Berkoordinasi dengan tim Marine/Safety terkait risiko dan kebutuhan keselamatan operasional.
- Memantau kepatuhan terhadap prosedur operasional yang telah ditetapkan.
- Memastikan insiden operasional, kondisi tidak aman, keterlambatan, maupun permasalahan signifikan dilaporkan dan ditindaklanjuti dengan baik.
7. Monitoring Kinerja & Reporting
- Memantau indikator operasional seperti utilisasi kapal, ketepatan jadwal, turnaround time, keterlambatan, dan pergerakan muatan.
- Menyiapkan dan melakukan review terhadap laporan operasional dan performance update.
- Menganalisis data operasional untuk mengidentifikasi tren, permasalahan, dan peluang improvement.
- Memberikan insight dan rekomendasi operasional kepada manajemen.
- Memastikan data dan dokumentasi barging dipelihara secara akurat dan tepat waktu.
8. Problem Solving & Continuous Improvement
- Mengidentifikasi bottleneck, permasalahan berulang, dan peluang improvement dalam kegiatan barging.
- Mengembangkan dan mengimplementasikan solusi yang efektif untuk meningkatkan efisiensi dan reliability operasional.
- Mendukung standardisasi dan improvement proses barging.
- Mengevaluasi kinerja operasional dan memberikan rekomendasi terkait scheduling, koordinasi, utilisasi sumber daya, dan workflow.
9. Team & Function Management
- Memberikan arahan dan koordinasi kepada tim Barging sesuai dengan tingkat tanggung jawabnya.
- Menetapkan prioritas dan memastikan pelaksanaan kegiatan barging berjalan efektif.
- Memantau kinerja tim serta memberikan arahan dan dukungan apabila diperlukan.
- Mengembangkan kapabilitas tim dan mendorong koordinasi yang efektif antar fungsi.
- Untuk level Head/Manager, menetapkan prioritas operasional, mengelola sumber daya, melakukan review kinerja, dan memberikan arahan terhadap keseluruhan fungsi Barging
Kualifikasi :
- Pendidikan minimal S1 di bidang Maritim, Logistik, Transportasi, Supply Chain Management, Administrasi Bisnis, atau bidang terkait.
- Memiliki pengalaman yang relevan di bidang barging, shipping, operasional kapal, logistik, transportasi, atau industri terkait.
- Tingkat pengalaman disesuaikan dengan level posisi, mulai dari pengalaman operasional untuk level Officer hingga pengalaman operasional dan kepemimpinan yang lebih luas untuk level Head.
- Memahami operasional tongkang dan kapal, pengangkutan muatan, scheduling, dan aktivitas pelabuhan.
- Berpengalaman melakukan koordinasi dengan crew kapal, perwakilan pelabuhan, tim operasional internal, dan stakeholder eksternal.
- Pengalaman di industri sumber daya alam, pertambangan, maritim, logistik, atau industri terkait menjadi nilai tambah.
Keterampilan :
- Memahami operasional barging dan kapal.
- Memiliki kemampuan planning, scheduling, dan koordinasi operasional.
- Memiliki kemampuan monitoring utilisasi kapal dan sumber daya.
- Memiliki kemampuan problem solving dan decision making.
- Memiliki kemampuan analisis data operasional dan reporting.
- Memiliki kemampuan komunikasi dan stakeholder management yang baik.
- Mampu menangani perubahan prioritas operasional.
- Memiliki awareness terhadap safety dan operational risk.
- Memiliki kemampuan koordinasi dan leadership sesuai dengan level posisi.
- Memiliki kemampuan dokumentasi dan pelaporan yang baik.
- Menguasai Microsoft Office, khususnya Excel.
- Memiliki kemampuan Bahasa Inggris secara lisan dan tulisan.