Gambaran Jabatan
Fuel Analyst bertanggung jawab untuk:
- Mendukung pemantauan dan pengendalian konsumsi bahan bakar yang efektif untuk armada tug dan barge. Peran ini mencakup memastikan kepatuhan terhadap kebijakan dan prosedur pengendalian bahan bakar, pencatatan yang akurat, serta pelaporan yang tepat waktu untuk mengoptimalkan penggunaan bahan bakar dan mengurangi inefisiensi.
- Mengawasi seluruh aspek manajemen bahan bakar untuk armada tug dan barge. Posisi ini berperan penting dalam memantau konsumsi bahan bakar, mengoptimalkan efisiensi bahan bakar, dan mendorong inovasi untuk meningkatkan kinerja operasional. Peran ini berkontribusi pada operasi yang berkelanjutan dan hemat biaya sekaligus memastikan kepatuhan terhadap regulasi lingkungan dan kebijakan perusahaan.
Tugas dan Tanggung Jawab Utama
1. Pemantauan Konsumsi Bahan Bakar
-
- Membantu pencatatan data konsumsi bahan bakar untuk kapal-kapal yang diawasi.
- Melakukan audit dan verifikasi berkala untuk memastikan keakuratan laporan penggunaan bahan bakar.
- Mengawasi pemantauan konsumsi bahan bakar armada, memastikan pengumpulan dan pelaporan data yang akurat.
- Menganalisis tren penggunaan bahan bakar dan mengidentifikasi area untuk optimalisasi dan penghematan biaya.
- Berkolaborasi dengan Nakhoda dan Masinis untuk menerapkan langkah efisiensi bahan bakar yang efektif.
2. Pemeliharaan Catatan
-
- Memelihara catatan bunkering, konsumsi, dan persediaan bahan bakar yang akurat dan mutakhir.
- Berkoordinasi dengan awak kapal untuk memastikan penyampaian laporan terkait bahan bakar tepat waktu.
3. Efisiensi dan Inovasi Bahan Bakar:
-
- Membantu perencanaan dan koordinasi operasi bunkering bahan bakar untuk meminimalkan keterlambatan.
- Memverifikasi jumlah bahan bakar yang diterima terhadap pesanan untuk mencegah selisih.
- Menyusun dan menerapkan strategi untuk meningkatkan efisiensi bahan bakar di seluruh armada.
- Mengevaluasi dan mengusulkan teknologi, peralatan, atau praktik operasional inovatif untuk mengurangi konsumsi bahan bakar.
- Melakukan riset terhadap bahan bakar alternatif atau solusi hemat energi yang dapat diterapkan pada operasi tug dan barge.
4. Analisis Kinerja dan Pelaporan:
-
- Menyediakan laporan yang rinci dan tepat waktu mengenai tren penggunaan bahan bakar, inefisiensi, dan saran perbaikan.
- Memelihara dan memanfaatkan dasbor kinerja bahan bakar untuk memantau dan menganalisis metrik utama.
- Menyampaikan laporan kinerja berkala kepada Technical Support Manager, menyoroti pencapaian, kendala, dan rekomendasi.
- Memantau penerapan strategi optimalisasi bahan bakar dan mengukur efektivitasnya.
5. Kepatuhan dan Praktik Terbaik:
-
- Memastikan seluruh aktivitas terkait bahan bakar mematuhi regulasi lingkungan nasional dan internasional.
- Menyusun dan menjaga praktik terbaik untuk penanganan, pemantauan, dan pelaporan bahan bakar.
- Melakukan pemeriksaan dan audit berkala untuk memverifikasi keakuratan data bahan bakar dan kepatuhan terhadap prosedur.
6. Dukungan untuk Aktivitas Bunkering Bahan Bakar
-
- Membantu perencanaan dan koordinasi operasi bunkering bahan bakar untuk meminimalkan keterlambatan.
- Memverifikasi jumlah bahan bakar yang diterima terhadap pesanan untuk mencegah selisih.
Kualifikasi dan Pengalaman yang Dibutuhkan
- Gelar Sarjana di bidang kemaritiman, logistik, atau bidang terkait (lulusan baru dipersilakan melamar).
- Keterampilan organisasi dan analisis yang kuat.
- Mahir menggunakan Microsoft Office (Excel, Word, dll.) dan perangkat lunak relevan lainnya.
- Teliti dan akurat dalam pencatatan serta pelaporan.
- Keterampilan komunikasi yang baik dan mampu bekerja sama dalam tim.
- Pengetahuan dasar tentang operasi maritim dan manajemen bahan bakar menjadi nilai tambah, namun tidak wajib.