Gambaran Umum Pekerjaan :
Tim Fleet Performance bertanggung jawab untuk memantau, menganalisis, dan meningkatkan kinerja armada perusahaan secara keseluruhan.Tim ini memantau kinerja armada dan pengemudi, menganalisis data operasional, mengidentifikasi kesenjangan kinerja, serta mengembangkan inisiatif perbaikan berbasis data. Melalui kolaborasi yang erat dengan tim Operasional, Maintenance, Safety, dan fungsi terkait lainnya, tim Fleet Performance berperan dalam mengoptimalkan utilisasi kendaraan, mengurangi downtime dan biaya operasional, meningkatkan kinerja pengemudi dan kendaraan, serta memastikan operasional armada mendukung pencapaian tujuan bisnis perusahaan.
Tugas & Tanggung Jawab Utama :
1. Memantau Kinerja Armada
Memantau dan mengevaluasi KPI armada, seperti utilisasi kendaraan, efisiensi bahan bakar, availability, downtime, jarak tempuh, produktivitas, dan biaya operasional.
2. Memantau Kinerja Kru/Pengemudi
Menganalisis perilaku kru/pengemudi dalam operasional armada, termasuk kecepatan berlebih, pengereman mendadak, excessive idling, pola akselerasi, serta kepatuhan terhadap persyaratan keselamatan.
3. Meningkatkan Kinerja & Keandalan Armada
Memantau kondisi armada, kinerja pemeliharaan, breakdown, dan downtime untuk meningkatkan keandalan serta availability armada.
4. Menetapkan & Memantau Standar Kinerja
Mengembangkan dan memelihara benchmark, KPI, serta target kinerja armada.
Memantau pencapaian kinerja terhadap sasaran dan target yang telah disepakati.
5. Meningkatkan Efisiensi Biaya Armada
Memantau biaya bahan bakar, maintenance, dan biaya operasional lainnya.
Mengidentifikasi peluang untuk mengurangi pengeluaran yang tidak diperlukan tanpa mengurangi kualitas layanan maupun standar keselamatan.
6. Mendorong Peningkatan Kinerja
Mengidentifikasi akar permasalahan (root cause) dari isu kinerja armada.
Mengembangkan inisiatif perbaikan berbasis data untuk meningkatkan efisiensi, keandalan, keselamatan, dan efektivitas biaya operasional armada.
7. Continuous Improvement & Governance
Menetapkan standar kinerja, memantau perkembangan, mengevaluasi hasil, serta melakukan perbaikan secara berkelanjutan terhadap proses dan praktik pengelolaan armada.
8. Kolaborasi Lintas Fungsi
Bekerja sama secara erat dengan tim Operasional, Maintenance, Safety, Finance, Technology, dan fungsi terkait lainnya untuk mengimplementasikan serta memantau inisiatif peningkatan kinerja armada.
Qualification :
Pendidikan di bidang Maritim, Teknik Kelautan, Nautika, Teknik, atau bidang terkait.
Memiliki pengalaman kerja yang relevan di bidang maritim minimal 3–5 tahun.
Memiliki pemahaman praktis mengenai:
Mesin kapal (Marine Engines)
Konsumsi bahan bakar
Operasional kapal
Sistem AIS (Automatic Identification System)
Kecepatan dan performa kapal
Manajemen bunker/bahan bakar kapal
Memiliki kemampuan analitis dan numerik yang kuat.
Menguasai Microsoft Excel tingkat lanjut.
Mampu membaca, memahami, dan menginterpretasikan data teknis serta data operasional.
Memiliki pemahaman yang baik mengenai dampak komersial dan biaya operasional kapal.
Keterampilan :
Memiliki pengalaman dalam operasional tugboat dan tongkang.
Memiliki pengalaman dalam ship management atau pengelolaan operasional armada.
Memiliki pengalaman dalam optimalisasi konsumsi bahan bakar.
Memiliki pengalaman menggunakan sistem monitoring dan evaluasi kinerja armada.
Memiliki pengalaman menggunakan Power BI menjadi nilai tambah.
Memiliki pengalaman dalam integrasi API dan data menjadi nilai tambah.
Memiliki pengalaman dalam optimasi pelayaran (voyage optimization).
Memiliki latar belakang pendidikan atau pengalaman di bidang Marine Engineering/Teknik Kelautan.
Memiliki pengalaman dalam pemodelan performa kapal (vessel performance modelling).
Personal Attributes :
Memiliki kemampuan analitis yang kuat.
Memiliki commercial mindset dan memahami dampak keputusan operasional terhadap bisnis.
Teliti dan memiliki perhatian tinggi terhadap detail.
Proaktif dalam mengidentifikasi permasalahan dan peluang perbaikan.
Memiliki pendekatan kerja yang berbasis data (data-driven).
Memiliki kesadaran yang tinggi terhadap efisiensi biaya (cost-conscious).
Memiliki pendekatan yang praktis dan berorientasi pada kebutuhan operasional.
Mampu mengevaluasi dan memberikan masukan terhadap praktik operasional yang telah berjalan untuk mengidentifikasi peluang peningkatan efisiensi dan kinerja.
Mampu menyampaikan temuan dan analisis teknis kepada manajemen non-teknis secara jelas dan mudah dipahami.
Mampu bekerja secara mandiri sekaligus berkoordinasi secara efektif dengan kru kapal dan manajemen di darat.
Mampu mengubah data mentah kapal (raw vessel data) menjadi insight dan keputusan operasional yang praktis dan dapat ditindaklanjuti.
Silahkan lengkapi formulir di bawah ini dan ungggah CV anda.